Friday, June 25, 2010

pencarianku

Thursday, February 11, 2010

So...

Orang-Orang yang kami cari masih cukup sulit kami lacak keberadaannya. seperti Bidan Farida (kebon Jeruk), Adang Djumanta (Tangerang) , Johnny Winata (Amerika) , Surip (Jakarta timur), Sri Utari(JakTim), Kalaupun ada, orang-orang tersebut agak sulit diminta keterangannya perihal proses adopsi saya.
Saya sangat berharap agar bisa mendapatkan informasi (banyak atau sedikit) dari orang-orang tersebut untuk bisa mencari ibu kandung saya. Terlepas dari itu saya tidak akan menggangu privacy ataupun nama baik mereka.
Saya sangat berterimakasih apabila mereka bisa memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada saya, saya percaya Tuhan pasti akan membalas kebaikan dengan kebaikan. Thanks. God Bless u..

Pencarian di Utan Kayu

Minggu ini kembali pencarian ke Utan Kayu. tapi kali ini pencarian mengenai Bapak Adang Djumanta Lurah/ Kepala Desa  yang menandatangani kesepakatan adopsi. Petugas kelurahan disana cukup membantu dengan memberikan informasi. Pak Adang Djumanta sudah pensiun dan beliau beserta keluarga hijrah ke daerah Tangerang, namun persis alamatnya tidak ada. Pencarian pak Adang Djumanta juga ke sekertaris terlama di daerah itu pak M.Zen, tetapi beliau juga tidak mengetahui alamat jelas dari pak Adang.

Pencarian bidan Farida

Sangat sulit untuk menemukan keberadaan bidan Farida. Pencarian dimulai dari Kelurahan kebon Jeruk Jakarta Barat. Petugas disana kurang berkerjasama untuk pencarian ini (yah mungkin malas), akhirnya data mengenai bidan Farida tidak didapatkan dikelurahan. Kemudian pencarian dimulai dengan puskesmas kecamatan kebon jeruk, para bidan dan admin disana juga tidak mengenali bidan Farida, selanjutnya puskesmas kelurahan santimur dan puskesmas kedoya. Disana mereka menyarankan mencari ibu Endah (kader kesehatan kebun Jeruk). Sesampai dirumah ibu Endah, alhasil ibu tersebutpun tidak mengenal ibu Farida. Beliau menyarankan ke RW 13 dimana RW tersebut adalah pemekaran dari RW 2 pada jaman itu. Kebon Jeruk telah mengalami pemekaran pada tahun 1984.

Di rumah RW 13, juga tidak ada yang mengetahui siapa dan keberadaan bidan Farida bahkan tetangga sekitar situpun tidak mengenal Bidan tersebut. Pencarian berakhir dirumah ibu Ipu, orang lama yang pernah tinggal di RW 13, Ibu ini juga pernah bekerja di puskesmas namun beliau juga tidak mengenal Bidan Farida. Kebun Jeruk Jakarta Barat sangat luas, cukup sulit untuk dijajakin.

Wednesday, February 3, 2010

Beberapa perkembangan

Sekali lagi, saya berterimakasih buat semua nasehat dan dukungan kepada saya! saya informasikan tentang perkembangan terbaru yang terjadi.

Palembang
Saya mendapatkan kembali info mengenai alamat Palembang dari ibu kandung saya Sumini. Keluarga yang tinggal disana, memberikan informasi ke saya. Saya belum dapat menceritakannya karena belum lengkap, namun kekasih saya akan segera berangkat ke Palembang untuk mencari tahu lebih banyak. Jika anda ingin mengetahuinya, email ke jeroendegraaff AT gmail DOT com.

Saya juga menerima respon dari Sumatra ekspress dan saya berharap sriwijaya juga segera meresponnya.Jadi dalam beberapa minggu kedepan akan ada kolom saya di koran lokal.

Johnny B Winata
Seanjutnya, akhirnya saya menemukan anggota keluarga dari Johnny B Winata. Dia adalah saksi dari Yayasan Mulia. Kemarin dia menghubungi saya dan berjanji untuk membantu saya. Saya berharap dia dapat memberikan beberapa titik terang.

Jakarta
Tidak ada perkembangan. Minggu ini kekasih saya akan ke Kompas untuk mengiklankan pencarian ini.
Selanjutnya, kami masih mencari tau keberadaan bidan Farida. Juga orang-orang yang telah mendukung saya, yang secara aktif mencari tahu titik terang di Jakarta.Saya sangat berterimakasih kepada mereka yang telah membantu.

Ok, Cukup sekian.

NB : saya ingin memberitahu bahwa apabila anda menemukan informasi silakan gabung ke Facebook group saya dan lihat ke diskusi. Terimakasih

bahasa Inggris

Thursday, January 21, 2010

Alamatnya sama dengan 'Rumah Teroris' (dari detik)

Palembang - Pencarian alamat Sumini, orangtua Jeroen de Graaff, tidaklah mudah. Bahkan berdasarkan alamat yang ada, ternyata rumah Sumini sama dengan rumah yang dijadikan penyimpanan bahan peledak oleh jaringan teroris Palembang beberapa waktu lalu.

Kesamaan alamat ini jika 20 Ilir yang kini terbagi empat kelurahan diterjemahkan sebagai Kelurahan Sungai Pangeran. Maka, saat dicek di lokasi yakni RT.31, ternyata itu merupakan kampung atau rukun tetangga yang beberapa waktu lalu ditemukan bahan peledak milik jaringan teroris Palembang di sebuah rumah.

Nah, di kampung ini ada beberapa nama Sumini. "Dulu, ada nama Sumini di kampung ini. Dia tinggal di bedeng. Statusnya memang janda. Tapi saat Pemilu 2004, namanya sudah tidak ada lagi, artinya Sumini sudah pindah. Kami tidak tahu ke mana pindahnya.Nanti saya akan cari informasi ke mana pindahnya Sumini ini," kata Sofyan Saleh, ketua RT.31 Kelurahan Sungai Pangeran di rumahnya, Dwikora I, Palembang, Kamis (21/01/2010).

Namun, kata Sofyan, ada dua nama Sumini di lingkungannya. "Tapi, biarkan saya yang mendekatinya. Sebab Sumini yang masih menetap ini orangnya jelas, punya suami, punya banyak anak, dan tidak mungkin menitipkan anaknya ke orang lain. Kalau ada informasi positif saya akan kasih tahu," katanya.

Sebelumnya atas informasi pihak kelurahan Sungai Pangeran, ada nama Sumini di RT.23. Namun, saat ditemui Sumini yang berusia 50-an tahun ini mengaku tidak pernah menitipkan anak ke orang asing atau Belanda. "Saya hanya punya dua anak. Anak saya semuanya di Palembang. Tidak ada anak saya di luar negeri," katanya terus tertawa.

"Tapi, kalau dia mau mengakui saya sebagai Sumini sebagai ibunya, ya, silahkan saja datang ke rumah saya. Kami senang," katanya, saat ditemui didampingi suami dan seorang anaknya.

Kelurahan Sungai Pangeran memang banyak terdapat warga yang berasal dari Jawa. Sebagian besar juga bekerja pada rumah sakit Charitas atau karyawan rumah sakit tersebut, yang di tahun 1970-1980-an banyak berasal dari Belanda.



Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/21/144305/1283388/10/alamatnya-sama-dengan-rumah-teroris



9J4C4HP9ND68 

Wednesday, January 20, 2010

(Still) Looking for Johnny B Winata


English:


Johnny B Winata was a witness in my adoption case. He was, to my understanding, part of the Winata family involved in Yayasan Mulia, the foundation arranging my adoption.
In my facebook group someone found a telephone number of Johnny B Winata somewhere on the internet. This number is (650) 994-6381. Well, I gave it a try, but it infortunately it was disconnected...

Then, I looked further on the internet and I found several companies, which offer people searches. I decided to use one of them. Not much later, I received an email with all past addresses and phone numbers of Johnny B Winata. I'm not sure if it's all correct, but the phone number mentioned above was also in there. It seems however, that it's the phone number of his previous address in San Rafael, CA. His current address would be in Chapin, South Carolina:

Name 
SSN
DOB/Age
Address
City
State
ZIP Code
WINATA JOHNNY BAKA: JOHNNY B WINATAAKA: THUNG JOHNNY 
557-75-XXXX
09/1959Age: 51
2516 DUTCH FORK RD
CHAPIN
SC
29036-8562


Unfortunately.... no phone number. The good thing though, is that, looking at his age, this seems to be the right Johnny B Winata. The question now is: how am I going to contact Johnny B Winata?

Do some of you have suggestions of how to retrieve his phone number? Or do some of you have friends in Chapin, South Carolina to check?

Johnny B Winata might as well be in California. The last address from him I have there is in San Rafael, Nova Albion street. If you know his current address/phone number or anything else relevant, please contact me at jeroendegraaffAT gmailDOTcom. Thank you.



Bahasa Indonesia
Johnny Winata adalah saksi dalam urusan adopsi saya. Dia, menurut pengertian saya, sebagian keluarga winata dilibatkan dalam Yayasan Mulia, Yayasan yang mengatur adopsi saya.
Pada Facebook group saya, seseorang menemukan nomor telepon Johnny B Winata. Ini nomornya (650) 994-6381 . Kemudian saya mencoba nya, namun itu mengecewakan. Nomor tersebut tidak tersambung.
Lalu, saya melihat lagi di internet dan saya menemukan beberapa perusahaan, yang menawari pencarian orang. Saya memutuskan memakai satu di antara mereka. Tidak lama kemudian, saya menerima email dengan semua alamat lama dan nomor telepon Johnny winata. Saya tidak yakin semuanya benar, tetapi nomor telepon yang disebutkan diatas ada pada juga disitu. Sepertinya itu nomor telepon dia pada alamat yang lama.
Dia sekarang tinggal di : Chapin, South Carolina:

Name 
SSN
DOB/Age
Address
City
State
ZIP Code
WINATA JOHNNY BAKA: JOHNNY B WINATAAKA: THUNG JOHNNY 
557-75-XXXX
09/1959Age: 51
2516 DUTCH FORK RD
CHAPIN
SC
29036-8562

sayangnya, tidak ada nomor telepon. hal yang baik terpikirkan adalah saat melihat usianya, ini menunjukan Johnny B Winata. Pertanyaannya adalah bagaimana menghubungi Johny B Winata.?

Apakahaada saran untuk mendapatkan nomor teleponnya? atau anda mempunyai teman di Chapin , South Carolina untuk membantu mengeceknya?


Monday, January 18, 2010

(small) Rectification

I read an article on www.detiknews.com about me and it contains some incorrect information. The article states that I ever came to Utan Kayu to look for Sumini, my biological mother. And there are a few people named like Zen, Pak Saimun, Pak Mamat.

Well, I can confirm that I have never come to Utan Kayu, Jakarta, except for my birth of course. And, as a result, I don't know Zen, Pak Saimun nor Pak Mamat. However, I told you some earlier research has been done by the Dutch foundation Wereldkinderen. But according to them they have spoken to Pak Edi and Pak Dodon. They could still be the same, so I will verify this. Otherwise, it would be very strange that these men claim that I have come to Utan Kayu looking for Sumini.

Anyway, I'd like to thank detiknews.com on writing about my story. The other article written about me can be found here.

Sunday, January 10, 2010

Terima kasih!

saya mengucapkan terimakasih, kepada anda yang telah membaca blog saya dalam beberapa minggu ini, khususnya anda yang sangat baik memberikan saya banyak nasehat dan dukungan.
Saat ini, saya belum mempunyai jawaban yang cocok, tapi saya yakin akan menjadi lebih baik ke depannya.
Saat ini, saya memperhatikan banyak hal dan rekomendasi anda :
  • Memuat dalam Surat Kabar
  • Mencari tahu lebih banyak mengenai keluarga Winata (keterlibatan di Yayasan Mulia)
  • Menggunakan program TV
  • Mengecek profile DNA di kepolisian
  • Merencanakan perjalanan ke Indonesia
Beritahu saya jika ada saran lainnya.
Dan tentunya, saya akan memberitahukan anda apabila saya menemukan informasi terbaru. Nantikanlah...

Bahasa Inggris:

I wanna thank all of you, who have been reading my blog in the past couple of weeks. Especially thanks to those who were so kind to give me lots of good advise and support. Currently, I don't have any concrete answers yet, but I believe that will just be a matter of time.

At the moment I'm looking into the following things, also recommended in your comments:
  • Placing ads in local newspapers;
  • Getting more info on the Winata family (involved in Yayasan Mulia);
  • Using TV programs;
  • Checking DNA profiles at the Police dept.;
  • Planning a trip to Indonesia.
Let me know, if you have any other suggestions.
Of course, I will also let you know when I have some new information. Let's wait and see...

Sunday, January 3, 2010

Lebih tentang Yayasan Mulia

Yang saya ketahui, yayasan ini terlibat dalam adopsi saya, Yayasan Mulia, adalah organisasi yang dijalankan oleh keluarga Winata.. Satu hal yang saya ketahui bahwa Winata pindah ke California, US selama sembilan belas tahun dan mereka sekarang disuatu tempat di South Carolina.

Nama dalam akte lahir saya Johny B Winata (1959). Selanjutnya, saya mengetahui bahwa beliau memiliki anggota keluarga yang bernama Arwiman Winata.

Apabila ada yang mengetahui mengenai keluarga ini, tolong informasikan ke saya tentang latar belakang mereka, keterlibatan mereka dengan Yayasan Mulia, atau informasi apapun. Paling tidak hal ini akan memberikan gambaran dari situasi pada tahun 1982.



bahasa Inggris:
From what I heard, the foundation involved in my adoption, Yayasan Mulia, was on organization in which a family Winata was involved. The only thing I know about them is that the Winata's emigrated to California in the United States in the nineties and that they are now based somewhere in South Carolina.

The name in my birth papers contains a Johnny B Winata (1959). Further, I heard he has a family member named Arwiman Winata.

Well, anyone who happens to know this family, please inform me about their background, their involvement in Yayasan Mulia, or any other information about them. At least it will give me a picture of the situation back in 1982.

Friday, January 1, 2010

2010 goals

Just a short message here. I wish everyone all the best for 2010! May all your wishes come true.

As for my blog, my goal for 2010 is to keep this up as long as I will need to, to find my biological family. Further, as my quest is mostly Indonesian oriented, I will try to translate everything in Bahasa Indonesia to give my writings as much (targeted) exposure as possible. Let's hope some of you guys can help me out, and that my efforts are not in vain, but then again: nothing ventured, nothing gained!

Anyway, I think I will learn a lot from this. At least I learned how to start a blog ;-)

Keep you posted!

Wednesday, December 30, 2009

Yayasan Mulia

Sesuai yang saya ceritakan sebelumnya mengenai ibu kandung saya, Sumini dan beberapa alamat yang berhubungan dengan dia. Berikut penjelasan singkat saya mengenai bagaimana proses adopsi berjalan. Saya tidak akan meliput banyak detail karena saya tidak memiliki banyak data. Semua yang saya tahu berasal dari akta kelahiran saya.

Menurut akta, saya lahir dijakarta, ibu kandung Sumini, saat itu tinggal dijalan Utan Kayu. Saat lahir dibantu oleh bidan yang bernama Farida, yang praktek kerjanya di jalan Kebon Jeruk (RT 002 RW 003, tidak begitu dapat diketahui) dan tempat itu dimana saya lahir.
Dokter J. Silitonga pada rumah sakit Tjikini (jalan dewi sartika 366B) menandatangani surat kesehatan saya.

Setelah Sumini menyerahkan saya ke Yayasan Mulia, organisasi yang terlibat dalam adopsi anak. Proses adopsi ini melibatkan 2 saksi. Satu Wanita bernama : Surip dan Sri Utari. Sri Utari mempunyai reputasi yang jelek mengenai Pengadopsian anak. Setelah banyak penyelidikan mengenai beliau, informasinya pasti akan mengecewakan. Oleh karena itu, saya tidak akan menceritakan detail Sri Utari. Saksi wanita lain adalah Surip, masih belum ditemukan. Saya hanya memiliki alamat lama beliau, dimana akan saya menyebutkannya nanti.

Kemudian, Orang tua Belanda saya datang ke Indonesia pada November 1982 untuk menjemput saya dari Yayasan Mulia. Mereka menadatangani semua dokumen didepan notaries Mr. Junus Enung Maogimon, beliau sudah meninggal dunia. Orang tua Belanda saya membawa saya ke Negara Netherlands. Dan hanya itu informasi yang saya ketahui mengenai adopsi saya.

Untuk menyimpulkan, Ada hal-hal yang saya cari untuk mendapatkan sedikit lebih dekat untuk menemukan Sumini :
  • Bidan : Farida : alamatnya pada tahun 1982 pada jalan kebon Jeruk (kemungkinan RT 02 RW 03)
  • Dr. J Silitonga : berkerja pada Rumah sakit Cikini sebagai Dokter anak-anak. (jalan Dewi sartika 366B)
  • Ibu Surip, saksi, tinggal dijakarta timur RT 01 RW 04 Kampung tengah

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca ini. Semoga beberapa hal ini dapat membantu. Jika demikian, mohon beritahukan kepada saya.

Lebih tentang Yayasan Mulia, disini.


bahasa Inggris:
I told you in my previous post about my biological mother Sumini and some addresses which are related to her. Now let me explain in short, how the whole adoption was carried out. I won't cover it in so much details as I simply don't have them. All I know stems from my birth documents.

According to my birth documents I was born Jakarta. My biological mother Sumini lived at Jalan Utan Kayu at that moment. When giving birth Sumini was assisted by a midwife named Farida. Farida worked at a private practice at Jalan Kebon Jeruk (RT02 RW03, not well readable) and that's the place where I was born. A doctor J. Silitonga at a practice belonging to the Tjikini hospital (Jalan Dewi Sartika 366B) signed my declaration of health.

After that Sumini handed me over to the foundation Mulia, an organization involved in child adoptions. Involved in this process were two witnesses. A woman named Surip and a certain person named Sri Utari. The last named woman has a rather infamous reputation concerning child adoptions. After many research on her, it seems this woman can't be trusted. Therefore, I won't go into further detail regarding Sri Utari. The other woman, Surip, hasn't been found yet. The only thing I have is an old address, which I will mention later on.

To make the adoption story complete, my Dutch parents came for me in November 1982 to pick me up from the Mulia foundation. They signed for all documents at the notary, Mr. Junus Enung Maogimon, a man who has already past away, and brought me to my new home country, The Netherlands. And that's all information I have regarding my adoption.

To conclude, the things I'm looking for to get a little closer to finding Sumini are:

  • Midwife Farida; her 1982 address was at Jalan Kebon Jeruk (probably RT02 RW03);
  • Dr. J. Silitonga, working at the Tjikini hospital as a pediatrician. The address back then was Jalan Dewi Sartika 366B;
  • Miss Surip, a witness, living at Jakarta Timur, RT001 RW04, Kampung Tengah.
Ok, I want to thank you again for taking the time to read this. Hopefully some things will ring a little bell. If so, please let me know.

Sunday, December 27, 2009

Sumini

Informasi perihal saya berasal dari akta lahir saya. Saya memiliki dua bahasa dalam akta ini yaitu bahasa Indonesia dan di terjemahkan dalam bahasa Belanda. Dalam akta ini, hanya ibu kandung saya yang di sebutkan. Yaitu : Sumini.

Berdasarkan akta, Sumini tinggal di Palembang :
Jalan Jendral Sudirman 3105B, RT31, Desa 20 Ilir III, Kecamatan Ilir Timur I

Selanjutnya, saya mengetahui Sumini seorang pekerja wanita ( beberapa tempat sebagai buruh), dan pada saat mau melahirkan saya, beliau pindah sementara ke Jakarta :

Jalan Utan Kayu RT0013 RW011

Ada 2 alamat yang dapat dijadikan petunjuk :
Sesuai dengan kiriman sebelumnya, saya sudah melakukan penyelidikan. Dilakukan oleh Yayasan Belanda bernama Wereldkinderen (terjemahaan : Children of the world).Yayasan mendapatkan informasi yang berguna tentang kedua alamat ini di Palembang dan Jakarta.

Jalan Jendral Sudirman 3105, Palembang
Tahun 1982, Jalan Jendral Sudirman 3105 di Palembang dimiliki oleh keluarga Lishalim. Ibu Lishalim adalah pemilik bangunan 3105A. Anak bungsunya memiliki Ujang Solichin memiliki bangunan 3105B. Keduanya sudah meninggal dunia. Anak dari ibu Lishalim tidak mengetahui mengenai Sumini. Mengenai Ujang Solichin, saya hanya mengetahui bahwa dia memiliki istri bernama Ani, suku Jawa.

Oleh karena itu, saya mencari seseorang yang mengetahui sesuatu tentang :
  • Jalan Jendral Sudirman 3105 di Palembang sekitar tahun 1982;
  • Mrs Lishalim, pemilik bangunan 3105A;
  • Ujang Solichin (dan istrinya Ani), pemilik bangunan 3105B;
  • Apapun yang berhubungan dengan Sumini.
Jalan Utan Kayu RT0013 RW011, Jakarta
Area sekitar Utan Kayu Jakarta, sudah di rekstruktur sejak saya lahir. Sehingga, alamat yang saya punya sudah lama tidak cocok dengan dengan alamat sekarang. Bagaimanapun ada sesuatu yang aneh mengenai alamat ini. Menurut Wereldkinderen RT 0013 tidak pernah ada di Utan Kayu. Saya tahu, bagaimanapun juga nama dari karyawan kantor Lurah Utan Kayu. Namanya Adang Djumanta; dia juga yang menandatangani akta kelahiran saya.
Singkatnya : saya mencari informasi :
  • Alamat Utan Kayu RT0013 RW011 di Jakarta;
  • Bapak. Adang Djumanta.
Demikian informasi tentang alamat yang penting didalam akta kelahiran saya.
Apabila anda menemukan sesuatu hal yang saya sebutkan diatas, jangan ragu untuk memberikan komentar atau kirim email.

post berikutnya: Yayasan Mulia


bahasa Inggris:
The information known to me, are the documents concerning my birth. I have both an Indonesian and a translated Dutch version. In these papers, only my biological mother is mentioned. Her name: Sumini.

According to the documents, Sumini lived in Palembang:
Jalan Jendral Sudirman 3105B, RT31, Desa 20 Ilir III, Kecamatan Ilir Timur I


Further, I know Sumini was a working woman (somewhere on the payroll) and, at the time of my birth, she had a temporary accomodation in Jakarta:
Jalan Utan Kayu RT0013 RW011


These two addresses could hold my first clues.
As I told you in my previous post, I already had some research done. Amongst others, research was done by a Dutch foundation named Wereldkinderen (freely translated: Children of the world). The foundation came up with some useful information about the addresses in Palembang and Jakarta.

Jalan Jendral Sudirman 3105B, Palembang
Back in 1982, Jalan Jendral Sudirman 3105 in Palembang was owned by a family Lishalim. Mrs Lishalim was the owner of building 3105A, her younger brother Ujang Solichin owned building 3105B. Both Mrs Lishalim and Ujang Solichin have past away by now. The children of Mrs Lishalim don't know anything about a certain Sumini. Regarding Ujang Solichin I only know he had a wife named Ani, a Javanese woman.

Therefore, I'm looking for someone who knows anything about:

  • Jalan Jendral Sudirman 3105 in Palembang around 1982;
  • Mrs Lishalim, the owner of building 3105A;
  • Ujang Solichin (and his wife Ani), the owner of building 3105B;
  • anything related to the Sumini I'm looking for.
Jalan Utan Kayu RT0013 RW011, Jakarta
The area around Utan Kayu in Jakarta has been restructured since i was born. So, the address i have does no longer correspond to the current address of the place. However, there's something peculiar about the address. According to Wereldkinderen the area RT0013 never existed in Utan Kayu. I do know, however, the name of an employee at the administration office in Utan Kayu. His name is Adang Djumanta; he's also the person who signed some documents of my birth papers.

In short, I'm seeking info about:

  • The address Utan Kayu RT0013 RW011 in Jakarta;
  • Mr. Adang Djumanta.
Well, that's all about the most important addresses I have in my documents. If there's any chance you know something about the things I mentioned above, please don't hesitate to make a comment or to mail me.

Saturday, December 26, 2009

Hai...

Ini perkenalan saya secara singkat.

Nama saya Jeroen, 27 tahun (1982) dan tinggal di Nederlands. Tujuan blog saya adalah meminta bantuan anda untuk menemukan apa yang saya cari. Atau siapa yang saya cari.

Pada 1982, saya lahir di jakarta, Indonesia. Mengapa Indonesia? karena orang yang melahirkan saya berasal dari indonesia,saya di adopsi oleh orang Dutch. Dan saya hanya dapat menebak alasan ((sosial(?), ekonomi(?)).

Jadi, sekarang saya di Netherlands, menetap, berkerja, menjalani hidup. Bagaimanapun ada yang penting, saya ingin menyelesaikan. Semenjak saya diadopsi, saya putus hubungan dengan orang tua kandung saya. Saya tidak pernah tau mereka , tidak pernah melihat mereka.Dan saya penasaran untuk mengetahui mereka. Ini bukan hal yang putus asa, tetapi sesuatu yang saya anggap menambah dalam kehidupan saya dan "aturan" menuju diri saya sendiri dan orang tua kandung saya.

Saya sudah melakukan beberapa penyelidikan, dimana saya juga akan memberitahukannya tetapi tidak membantu. Sekarang, saya mengunakan internet untuk membantu saya menemukan tanda-tanda mengenai orang tua kandung saya. Saya berharap cerita saya ini dapat menarik anda, dapat atau tidak anda memberikan solusi.

terimakasih.

grup facebook saya: MARI BANTU JEROEN MENCARI ORANG TUA KANDUNGNYAJEROEN MENCARI ORANG TUA KANDUNGNYA MARI KITA BANTU