Sekali lagi, saya berterimakasih buat semua nasehat dan dukungan kepada saya! saya informasikan tentang perkembangan terbaru yang terjadi.
Palembang
Saya mendapatkan kembali info mengenai alamat Palembang dari ibu kandung saya Sumini. Keluarga yang tinggal disana, memberikan informasi ke saya. Saya belum dapat menceritakannya karena belum lengkap, namun kekasih saya akan segera berangkat ke Palembang untuk mencari tahu lebih banyak. Jika anda ingin mengetahuinya, email ke jeroendegraaff AT gmail DOT com.
Saya juga menerima respon dari Sumatra ekspress dan saya berharap sriwijaya juga segera meresponnya.Jadi dalam beberapa minggu kedepan akan ada kolom saya di koran lokal.
Johnny B Winata
Seanjutnya, akhirnya saya menemukan anggota keluarga dari Johnny B Winata. Dia adalah saksi dari Yayasan Mulia. Kemarin dia menghubungi saya dan berjanji untuk membantu saya. Saya berharap dia dapat memberikan beberapa titik terang.
Jakarta
Tidak ada perkembangan. Minggu ini kekasih saya akan ke Kompas untuk mengiklankan pencarian ini.
Selanjutnya, kami masih mencari tau keberadaan bidan Farida. Juga orang-orang yang telah mendukung saya, yang secara aktif mencari tahu titik terang di Jakarta.Saya sangat berterimakasih kepada mereka yang telah membantu.
Ok, Cukup sekian.
NB : saya ingin memberitahu bahwa apabila anda menemukan informasi silakan gabung ke Facebook group saya dan lihat ke diskusi. Terimakasih
bahasa Inggris
Showing posts with label Palembang. Show all posts
Showing posts with label Palembang. Show all posts
Wednesday, February 3, 2010
Beberapa perkembangan
Labels:
Facebook,
Farida,
Jakarta,
Johnny B Winata,
Palembang,
Sumini,
Yayasan Mulia
Location:
Alkmaar, Nederland
Thursday, January 21, 2010
Alamatnya sama dengan 'Rumah Teroris' (dari detik)
Palembang - Pencarian alamat Sumini, orangtua Jeroen de Graaff, tidaklah mudah. Bahkan berdasarkan alamat yang ada, ternyata rumah Sumini sama dengan rumah yang dijadikan penyimpanan bahan peledak oleh jaringan teroris Palembang beberapa waktu lalu.
Kesamaan alamat ini jika 20 Ilir yang kini terbagi empat kelurahan diterjemahkan sebagai Kelurahan Sungai Pangeran. Maka, saat dicek di lokasi yakni RT.31, ternyata itu merupakan kampung atau rukun tetangga yang beberapa waktu lalu ditemukan bahan peledak milik jaringan teroris Palembang di sebuah rumah.
Nah, di kampung ini ada beberapa nama Sumini. "Dulu, ada nama Sumini di kampung ini. Dia tinggal di bedeng. Statusnya memang janda. Tapi saat Pemilu 2004, namanya sudah tidak ada lagi, artinya Sumini sudah pindah. Kami tidak tahu ke mana pindahnya.Nanti saya akan cari informasi ke mana pindahnya Sumini ini," kata Sofyan Saleh, ketua RT.31 Kelurahan Sungai Pangeran di rumahnya, Dwikora I, Palembang, Kamis (21/01/2010).
Namun, kata Sofyan, ada dua nama Sumini di lingkungannya. "Tapi, biarkan saya yang mendekatinya. Sebab Sumini yang masih menetap ini orangnya jelas, punya suami, punya banyak anak, dan tidak mungkin menitipkan anaknya ke orang lain. Kalau ada informasi positif saya akan kasih tahu," katanya.
Sebelumnya atas informasi pihak kelurahan Sungai Pangeran, ada nama Sumini di RT.23. Namun, saat ditemui Sumini yang berusia 50-an tahun ini mengaku tidak pernah menitipkan anak ke orang asing atau Belanda. "Saya hanya punya dua anak. Anak saya semuanya di Palembang. Tidak ada anak saya di luar negeri," katanya terus tertawa.
"Tapi, kalau dia mau mengakui saya sebagai Sumini sebagai ibunya, ya, silahkan saja datang ke rumah saya. Kami senang," katanya, saat ditemui didampingi suami dan seorang anaknya.
Kelurahan Sungai Pangeran memang banyak terdapat warga yang berasal dari Jawa. Sebagian besar juga bekerja pada rumah sakit Charitas atau karyawan rumah sakit tersebut, yang di tahun 1970-1980-an banyak berasal dari Belanda.
Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/21/144305/1283388/10/alamatnya-sama-dengan-rumah-teroris
9J4C4HP9ND68
Kesamaan alamat ini jika 20 Ilir yang kini terbagi empat kelurahan diterjemahkan sebagai Kelurahan Sungai Pangeran. Maka, saat dicek di lokasi yakni RT.31, ternyata itu merupakan kampung atau rukun tetangga yang beberapa waktu lalu ditemukan bahan peledak milik jaringan teroris Palembang di sebuah rumah.
Nah, di kampung ini ada beberapa nama Sumini. "Dulu, ada nama Sumini di kampung ini. Dia tinggal di bedeng. Statusnya memang janda. Tapi saat Pemilu 2004, namanya sudah tidak ada lagi, artinya Sumini sudah pindah. Kami tidak tahu ke mana pindahnya.Nanti saya akan cari informasi ke mana pindahnya Sumini ini," kata Sofyan Saleh, ketua RT.31 Kelurahan Sungai Pangeran di rumahnya, Dwikora I, Palembang, Kamis (21/01/2010).
Namun, kata Sofyan, ada dua nama Sumini di lingkungannya. "Tapi, biarkan saya yang mendekatinya. Sebab Sumini yang masih menetap ini orangnya jelas, punya suami, punya banyak anak, dan tidak mungkin menitipkan anaknya ke orang lain. Kalau ada informasi positif saya akan kasih tahu," katanya.
Sebelumnya atas informasi pihak kelurahan Sungai Pangeran, ada nama Sumini di RT.23. Namun, saat ditemui Sumini yang berusia 50-an tahun ini mengaku tidak pernah menitipkan anak ke orang asing atau Belanda. "Saya hanya punya dua anak. Anak saya semuanya di Palembang. Tidak ada anak saya di luar negeri," katanya terus tertawa.
"Tapi, kalau dia mau mengakui saya sebagai Sumini sebagai ibunya, ya, silahkan saja datang ke rumah saya. Kami senang," katanya, saat ditemui didampingi suami dan seorang anaknya.
Kelurahan Sungai Pangeran memang banyak terdapat warga yang berasal dari Jawa. Sebagian besar juga bekerja pada rumah sakit Charitas atau karyawan rumah sakit tersebut, yang di tahun 1970-1980-an banyak berasal dari Belanda.
Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/21/144305/1283388/10/alamatnya-sama-dengan-rumah-teroris
9J4C4HP9ND68
Labels:
detik,
Palembang,
Search and Reunion,
Sumini
Location:
Alkmaar, The Netherlands
Friday, January 1, 2010
2010 goals
Just a short message here. I wish everyone all the best for 2010! May all your wishes come true.
As for my blog, my goal for 2010 is to keep this up as long as I will need to, to find my biological family. Further, as my quest is mostly Indonesian oriented, I will try to translate everything in Bahasa Indonesia to give my writings as much (targeted) exposure as possible. Let's hope some of you guys can help me out, and that my efforts are not in vain, but then again: nothing ventured, nothing gained!
Anyway, I think I will learn a lot from this. At least I learned how to start a blog ;-)
Keep you posted!
As for my blog, my goal for 2010 is to keep this up as long as I will need to, to find my biological family. Further, as my quest is mostly Indonesian oriented, I will try to translate everything in Bahasa Indonesia to give my writings as much (targeted) exposure as possible. Let's hope some of you guys can help me out, and that my efforts are not in vain, but then again: nothing ventured, nothing gained!
Anyway, I think I will learn a lot from this. At least I learned how to start a blog ;-)
Keep you posted!
Labels:
Asia,
biological parents,
Family,
Indonesia,
Jakarta,
Netherlands,
Palembang,
Search and Reunion
Location:
Alkmaar, Nederland
Sunday, December 27, 2009
Sumini
Informasi perihal saya berasal dari akta lahir saya. Saya memiliki dua bahasa dalam akta ini yaitu bahasa Indonesia dan di terjemahkan dalam bahasa Belanda. Dalam akta ini, hanya ibu kandung saya yang di sebutkan. Yaitu : Sumini.
Berdasarkan akta, Sumini tinggal di Palembang :
Selanjutnya, saya mengetahui Sumini seorang pekerja wanita ( beberapa tempat sebagai buruh), dan pada saat mau melahirkan saya, beliau pindah sementara ke Jakarta :
Ada 2 alamat yang dapat dijadikan petunjuk :
Sesuai dengan kiriman sebelumnya, saya sudah melakukan penyelidikan. Dilakukan oleh Yayasan Belanda bernama Wereldkinderen (terjemahaan : Children of the world).Yayasan mendapatkan informasi yang berguna tentang kedua alamat ini di Palembang dan Jakarta.
Jalan Jendral Sudirman 3105, Palembang
Tahun 1982, Jalan Jendral Sudirman 3105 di Palembang dimiliki oleh keluarga Lishalim. Ibu Lishalim adalah pemilik bangunan 3105A. Anak bungsunya memiliki Ujang Solichin memiliki bangunan 3105B. Keduanya sudah meninggal dunia. Anak dari ibu Lishalim tidak mengetahui mengenai Sumini. Mengenai Ujang Solichin, saya hanya mengetahui bahwa dia memiliki istri bernama Ani, suku Jawa.
Oleh karena itu, saya mencari seseorang yang mengetahui sesuatu tentang :
Area sekitar Utan Kayu Jakarta, sudah di rekstruktur sejak saya lahir. Sehingga, alamat yang saya punya sudah lama tidak cocok dengan dengan alamat sekarang. Bagaimanapun ada sesuatu yang aneh mengenai alamat ini. Menurut Wereldkinderen RT 0013 tidak pernah ada di Utan Kayu. Saya tahu, bagaimanapun juga nama dari karyawan kantor Lurah Utan Kayu. Namanya Adang Djumanta; dia juga yang menandatangani akta kelahiran saya.
Singkatnya : saya mencari informasi :
Apabila anda menemukan sesuatu hal yang saya sebutkan diatas, jangan ragu untuk memberikan komentar atau kirim email.
post berikutnya: Yayasan Mulia
bahasa Inggris:
The information known to me, are the documents concerning my birth. I have both an Indonesian and a translated Dutch version. In these papers, only my biological mother is mentioned. Her name: Sumini.
According to the documents, Sumini lived in Palembang:
Berdasarkan akta, Sumini tinggal di Palembang :
Jalan Jendral Sudirman 3105B, RT31, Desa 20 Ilir III, Kecamatan Ilir Timur I
Jalan Utan Kayu RT0013 RW011
Sesuai dengan kiriman sebelumnya, saya sudah melakukan penyelidikan. Dilakukan oleh Yayasan Belanda bernama Wereldkinderen (terjemahaan : Children of the world).Yayasan mendapatkan informasi yang berguna tentang kedua alamat ini di Palembang dan Jakarta.
Jalan Jendral Sudirman 3105, Palembang
Tahun 1982, Jalan Jendral Sudirman 3105 di Palembang dimiliki oleh keluarga Lishalim. Ibu Lishalim adalah pemilik bangunan 3105A. Anak bungsunya memiliki Ujang Solichin memiliki bangunan 3105B. Keduanya sudah meninggal dunia. Anak dari ibu Lishalim tidak mengetahui mengenai Sumini. Mengenai Ujang Solichin, saya hanya mengetahui bahwa dia memiliki istri bernama Ani, suku Jawa.
Oleh karena itu, saya mencari seseorang yang mengetahui sesuatu tentang :
- Jalan Jendral Sudirman 3105 di Palembang sekitar tahun 1982;
- Mrs Lishalim, pemilik bangunan 3105A;
- Ujang Solichin (dan istrinya Ani), pemilik bangunan 3105B;
- Apapun yang berhubungan dengan Sumini.
Area sekitar Utan Kayu Jakarta, sudah di rekstruktur sejak saya lahir. Sehingga, alamat yang saya punya sudah lama tidak cocok dengan dengan alamat sekarang. Bagaimanapun ada sesuatu yang aneh mengenai alamat ini. Menurut Wereldkinderen RT 0013 tidak pernah ada di Utan Kayu. Saya tahu, bagaimanapun juga nama dari karyawan kantor Lurah Utan Kayu. Namanya Adang Djumanta; dia juga yang menandatangani akta kelahiran saya.
Singkatnya : saya mencari informasi :
- Alamat Utan Kayu RT0013 RW011 di Jakarta;
- Bapak. Adang Djumanta.
Apabila anda menemukan sesuatu hal yang saya sebutkan diatas, jangan ragu untuk memberikan komentar atau kirim email.
post berikutnya: Yayasan Mulia
bahasa Inggris:
The information known to me, are the documents concerning my birth. I have both an Indonesian and a translated Dutch version. In these papers, only my biological mother is mentioned. Her name: Sumini.
According to the documents, Sumini lived in Palembang:
Jalan Jendral Sudirman 3105B, RT31, Desa 20 Ilir III, Kecamatan Ilir Timur I
Further, I know Sumini was a working woman (somewhere on the payroll) and, at the time of my birth, she had a temporary accomodation in Jakarta:
Jalan Utan Kayu RT0013 RW011
These two addresses could hold my first clues.
As I told you in my previous post, I already had some research done. Amongst others, research was done by a Dutch foundation named Wereldkinderen (freely translated: Children of the world). The foundation came up with some useful information about the addresses in Palembang and Jakarta.
Jalan Jendral Sudirman 3105B, Palembang
Back in 1982, Jalan Jendral Sudirman 3105 in Palembang was owned by a family Lishalim. Mrs Lishalim was the owner of building 3105A, her younger brother Ujang Solichin owned building 3105B. Both Mrs Lishalim and Ujang Solichin have past away by now. The children of Mrs Lishalim don't know anything about a certain Sumini. Regarding Ujang Solichin I only know he had a wife named Ani, a Javanese woman.
Therefore, I'm looking for someone who knows anything about:
Back in 1982, Jalan Jendral Sudirman 3105 in Palembang was owned by a family Lishalim. Mrs Lishalim was the owner of building 3105A, her younger brother Ujang Solichin owned building 3105B. Both Mrs Lishalim and Ujang Solichin have past away by now. The children of Mrs Lishalim don't know anything about a certain Sumini. Regarding Ujang Solichin I only know he had a wife named Ani, a Javanese woman.
Therefore, I'm looking for someone who knows anything about:
- Jalan Jendral Sudirman 3105 in Palembang around 1982;
- Mrs Lishalim, the owner of building 3105A;
- Ujang Solichin (and his wife Ani), the owner of building 3105B;
- anything related to the Sumini I'm looking for.
Jalan Utan Kayu RT0013 RW011, Jakarta
The area around Utan Kayu in Jakarta has been restructured since i was born. So, the address i have does no longer correspond to the current address of the place. However, there's something peculiar about the address. According to Wereldkinderen the area RT0013 never existed in Utan Kayu. I do know, however, the name of an employee at the administration office in Utan Kayu. His name is Adang Djumanta; he's also the person who signed some documents of my birth papers.
In short, I'm seeking info about:
- The address Utan Kayu RT0013 RW011 in Jakarta;
- Mr. Adang Djumanta.
Well, that's all about the most important addresses I have in my documents. If there's any chance you know something about the things I mentioned above, please don't hesitate to make a comment or to mail me.
Labels:
Indonesia,
Jakarta,
Palembang,
Sumini,
Wereldkinderen
Location:
Alkmaar, Nederland
Subscribe to:
Posts (Atom)
